Apakah City Branding itu?

Menurut John Spacey (2016), City Branding adalah penggunaan teknik-teknik marketing untuk memberi identitas unik sebuah kota di benak penduduknya, pengunjungnya, perusahaan-perusahaan, dan investor.

Unsur-unsur Identitas

Branding adalah sebuah praktek marketing yang biasa digunakan untuk menjual produk dan jasa. Unsur-unsur identitas brand meliputi budaya, lambang-lambang visual, slogan, visi dan misi, dan nilai-nilai.

i-love-ny-308460

City Branding cenderung bergerak tidak jauh dari slogan yang mengidentifikasikan karakter kota yang unik. Contohnya, “ I ♥ NY” sudah digunakan sejak 1977 untuk mempomosikan pariwisata di kota New York. Secara teori, branding bisa meluas meliputi semua hal yang dilakukan oleh kota itu, termasuk peraturan daerah dan desain urban. Sebagai contoh, jika sebuah kota punya reputasi suasana musik yang bagus, maka peraturan daerahnya bisa dirancang untuk mendukung ekonomi petang / evening economy.

Organik vs Artifisial (Buatan)

Ada dua jenis city branding, yaitu Organik dan Artifisial. Branding organik menggemakan budaya yang sudah ada di suatu kota, termasuk hal-hal yang unik, walaupun kecil dan sederhana.

Sedangkan branding artifisal menjual sebuah visi, yaitu masa depan suatu kota yang belum terwujud. Sebagai contoh, sebuah kota berusaha mempromosikan dirinya sebagai pusat kreativitas, inovasi, atau ilmu pengetahuan, walaupun belum banyak kegiatan ekonomi yang mendukungnya.

Pada umumnya branding organik lebih efektif walaupun itu berarti sebuah kota akan terfokus pada hal-hal yang dianggap remeh seperti kerajinan rakyat, bahan makanan, sifat geografis, peristiwa historis ataupun legenda. Bisa saja sebuah kota kecil membuat campaign tentang sesuatu yang dianggap sepele, misalnya jagung atau alpukat. Idealnya branding organik berjalan secara alamiah dengan titik tolak dari julukan sebuah kota.

Kota besar dengan budaya yang beragam cenderung membuat slogan yang bermakna luas yang mengandung suatu emosi.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Vladimirov (2017), adalah bagaimana kota Shrewsbury yang menjadikan statusnya sebagai kota kelahiran Charles Darwin sebagai branding.

Branding kota Shrewsbury disimpulkan dengan kalimat “The Original One-off” untuk menonjolkan originalitas dan ciri khas kota ini yang tidak dijumpai di tempat lain, tidak hanya mengandalkan diri sebagai tempat kelahiran Darwin, sebagaimana yang diinginkan warga kota juga.

Shrewsbury Logo

Mereka berpendapat bahwa masih banyak hal lain yang bisa ditawarkan Shrewsbury, salah satunya adalah tempat untuk membangun keluarga di Inggris, apalagi di sini ada sekolah yang pernah mendidik Charles Darwin.

Mereka juga menggaungkan bagaimana Darwin pernah 30 tahun tinggal di kota ini dan kebanyakan waktunya dihabiskan di luar rumah, sehingga lingkungan di kota ini pasti telah memupuk rasa ingin tahu keilmiahannya. Batu-batu karang purba, sungai yang mengalir, kehidupan serangga, semuanya dipromosikan sebagai hal yang menjadikan sosok seorang Charles Darwin.

Secara rutin, setiap hari ulang tahun Darwin diperingati dengan “Darwin Festival” selama seminggu dengan acara-acara yang bertema sejarah, ilmu pengetahuan, dan alam. Untuk lebih memperkuat city branding Shrewsbury, sejak 2017 diluncurkanlah DarwIN Shrewsbury Festival” yang semakin memperluas dengan menyelenggarakan tidak saja yang berhubungan dengan sains, tapi juga seni dan budaya. Tujuan festival ini adalah menggaungkan bahwa Shrewsbury adalah “Tempat kelahiran pemikiran independen” (The Origin of Independent Thinking).

Dengan demikian diharapkan bisa menimbulkan kerjasama aktif rasa kepemilikan, dan kebanggaan di antara warga kota.

Menurut Place Brand Observer, sebuah organisasi yang mengumpulkan berbagai hasil penelitian dan studi kasus mengenai branding dan hunian, yang dilakukan di Shrewsbury dapat membantu memaknai dan memajukan perkembangan ekonomi karena sebuah tempat akan mudah diingat jika memiliki penanda yang kuat atau kegiatan ekonomi yang bergairah.

Branding Lingkungan

Cukup sering dijumpai kota-kota besar yang menampilkan identitas lingkungan yang sudah memiliki brand tertentu. Misalnya sebuah kota dengan suasana Chinatown yang hidup bisa jadi membuat rancangan urban yang terinspirasi budaya China.

Tulisan di atas diterjemahkan dari hasil karya John Spacey di www.simplicable.com/new/city-branding , pada 16 September 2016, dan

dikutip dari tulisan Aleks Vladimirov di www.placebrandobserver.com/shrewsbury-charles-darwin-city-branding pada 1 Agustus 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s